Published On: Kam, Jan 4th, 2018

Pangdam III/Siliwangi ingatkan Fatalnya Bahaya Mercury

Jurnal7, Nasional

Sungai Citarum dulu dan sekarang, tentu tidak lepas dari nilai historis masyarakat Sunda. Berbagai literasi menyebutkan, Sungai Citarum merupakan awal mula peradaban hingga terbentuknya kerajaan.

Namun kini Sungai Citarum menyandang gelar yang tidak indah sebagai “Sungai terkotor di dunia”. Bayangkan !!! Sekitar 100 ton tinja atau kotoran manusia saban harinya mencemari Sungai Citarum, Jawa Barat.

Pangdam III/Siliwangi  Mayjen TNI Doni Monardo ingin mengembalikan  Citarum Harum , dan  keseriusan Pangdam untuk mengembalikan kelestarian Sungai Citarum, semakin giat dilakukan, diantaranya melalui Seminar Nasional “Kelestarian Sungai Citarum”, yang berlangsung di Graha Manggala, Jalan.Aceh Bandung, Kamis (4/1/2018).

Pangdam mengingatkan, Sungai Citarum sudah mengandung unsur merkuri, hal tersebut menurut Doni sangat berbahaya bagi kesehatan dan generasi penerus bangsa.

Bahaya mercury sangat fatal.  jika tidak ditangani melalui solusi-solusi yang ‘real’ maka bangsa ini akan semakin merosot.

Bersyukur kini Dampak bahaya keracunan mercury tersebut diatur dalam UU No 11 tahun 2017 pada konvensi Minamata mengenai mercury.

Dampak dari mercury tidak main-main, diantarnya menimbulkan  gangguan otak, mental, tremor, radang pembengkakan gusi, gangguan perut, ginjal, bagi wanita hamil bisa menganggu fungsi otak janin, kesemutan, tangan dan kaki bengkak, serta kulit tubuh akan terkelupas,urai Pangdam.

Doni menjelaskan, program ini merupakan program jangka panjang. Selama enam bulan hingga setahun ke depan, akan masuk tahap sosialisasi.

Pihak TNI dan Polri beserta instansi terkait akan bekerja sama mengembalikan kelestarian Sungai Citarum.

“TNI akan melestarikan Sungai Citarum, Polda Jabar akan membantu untuk penegakan hukum bagi pihak yang tidak mendukung pelestarian Sungai Citarum,” kata Doni Monardo.

Masyarakat akan dialihkan untuk berternak, dan menanam tanaman keras seperti Murbai, Kopi, Marigold Tarum, dan Kina, melalui pelatihan agar masyarakat bisa alih profesi.

Proses sosialisasi tentang perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat tersebut selama enam bulan hingga setahun mendatang, akan dipantau melalui kamera pengintai (CCTV).

Hadir dalam acara seminar Penggagas Gerakan Citarum Care, Irma Hutabarat  yang menggagas  gerakan Citarum Care  dengan menanam 3.000 vetiver di Situ Cisanti sebagai wujud kepedulian terhadap Sungai Citarum di Jawa Barat .

Tanaman vetiver  dapat membersihkan limbah cair.Untuk pertanian organik, vetiver membuat hama jadi pergi dan tidak perlu pakai pupuk, serta bisa mencegah longsor karena akar vetiver bisa menahan air dan melindungi infrastruktur air, pungkas Irma.

** Deetje

www.jurnal7.com/www.mediaxpresi.com

 

 

Share This:

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>