Published On: Jum, Mar 2nd, 2018

Pangdam III/Siliwangi : Hanya Satu Kata “Sungai Citarum Sungai Paling Strategis”

Jurnal7, Nasional

Pangdam III/ Siliwangi Mayjen TNI, Doni Monardo  terus bergerak cepat guna mewujudkan “Citarum Harum” , bersama seluruh elemen masyarakat termasuk juga dengan puluhan Jurnalis yang tergabung dalam “JSI”, Jurnalis Siliwangi Indonesia.

Bertempat di Cafe Kalpa Tree Bandung , Jumat (2/3/2018) , Pangdam menegaskan  penanganan Sungai Citarum merupakan tanggung jawab bersama dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak pada pelaksanaannya.

Kota Bandung harus jadi icon nasional dalam program pemerintah untuk memajukan pariwisata nasional, dan salah satu wujud nyata untuk dapat meningkatkan ketahanan nasional adalah mewujudkan rakyat yang sejahtera.

Revitalisasi DAS Citarum menjadi sebuah prioritas untuk dibenahi, karena sungai Citarum memiliki nilai yang strategis melebihi semua sungai yang ada di Indonesia.

Nilai Sungai Citarum adalah sempurna atau bernilai 100 dibanding sungai manapun di Indonesia tegas Doni, karena Citarum menghidupi warga masyarakat untuk memperoleh air, dan air adalah sumber kehidupan, sedangkan sungai adalah sebuah peradaban sebuah bangsa.

Sebanyak 27juta jiwa penduduk yang ada di Cekungan Bandung tergantung dari air yang berasal dari DAS Citarum yang ditampung di  Waduk saguling, Cirata, dan Jatiluhur yang menghasilkan 1888 Megawatt, yang bila diasumsikan tiap megawatt nya sebanyak 2200 minyak diesel atau solar.

Meski begitu, Doni sangat menyayangkan kondisi Sungai Citarum sangat tercemar oleh limbah berbahaya. Selain didominasi oleh sampah plastik, kondisinya juga diperparah dengan kandungan merkuri yang di ambang batas.

Dengan begitu, tentu saja air Sungai Citarum tak layak untuk dikonsumsi dikarenakan akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat

Salah satunya adalah di Situ Cisanti, meski kondisinya saat ini sudah bersih, namun masih menyimpan kandungan merkuri yang cukup besar. Kandungan merkuri tersebut ternyata berasal dari pupuk anorganik.

Setelah diteliti merkuri di Situ Cisanti bukan dari limbah industri, melainkan berasal dari pupuk anorganik hasil pertanian, jelas Doni.

Sungai Citarum sangat bernilai bagi berbagai kehidupan termasuk juga ikan yang dihasilkan melalui program budidaya di  Saguling, Cirata, dan Jatiluhur yang setiap harinya menghasilkan puluhan ton untuk dipasarkan.

Doni menegaskan, tidak ada kata lain hanya satu kalimat yaitu ” Sungai Citarum adalah Sungai yang paling strategis”, pungkasnya.

Deetje **

 

 

Share This:

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>