Published On: Kam, Nov 15th, 2018

Kang Emil : Jawa Barat akan jadi Provinsi digital di Indonesia

Jurnal7, Jabar

Masyarakat Indonesia membutuhkan suatu ekosistem yang bisa meningkatlan taraf hidup.

Maka Kampus, harus bisa menjadi pusat keunggulan segala prestasi dan segala inovasi, “Center of Excellent and Inovation”, ungkap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada acara Kuliah Umum di Kampus Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI), di Kampus UNSWAGATI Jl. Pemuda No. 32 Cirebon, Rabu (14/11/18).

Kampus harus menyiapkan optimisme masa depan. Karena potensi untuk dimanfaatkan tersebar luas, kesempatan juga terbuka, banyak celah. Kemajuan ada di depan mata, asalkan mau kerja keras, pantang menyerah, dan Optimis.

“Kalau mau soleh gaullah dengan orang soleh, kalau mau pintar, gaul dengan orang pintar, nanti kebawa pintar. Mau kreatif gaulah dengan orang kreatif, mau optimis, bergaulah dengan saya,” kata Emil.

Tahun 2045, sebut Emil, adalah satu abad Indonesia merdeka dari penjajahan. Dimana pada tahun tersebut, Indonesia diprediksikan mencapai puncak kejayaannya. Pun di tahun itu juga, ada tiga syarat yang harus dipertahankan pemuda Indonesia dari sekarang, supaya Indonesia jadi salah satu dari tiga negara maju di dunia.

Syarat pertama, sebut Emil, laju ekonomi harus beretahan seperti hari ini, yaitu di angka 5 persen. Ciri lima persen menurutnya, yaitu orang Indonesia mampu belanja ke mall minimal dua minggu sekali, dan umroh dua tahun sekali.

“Gubernur bertugas menjaga infrastruktur, perijinan, dan segala rupa sehingga mampu bertahan di 5 persen,” ujarnya.

Untuk masyarakat, Emil menginstruksikan supaya memperbanyak belanja produk lokal, agar transaksi yang dilakukan tidak tergantung banyak terhadap nilai dolar Amerika. Dalam transaksi, harus diperbanyak unsur rupiahnya.

Syarat kedua, lanjut Emil, jangan bertengkar, apalagi kalau hanya gara- gara beda pilihan dalam politik.

“Silahkan beda pilihan, tapi jangan sampai mengejek di media sosial. Kalau kita tidak bisa menjaga sosial demokrasi, mimpi 2045 itu mustahil,” ucapnya.

“Siapa yang tidak menajaga kondusifitas, akan berhadapan dengan Gubernur Jawa Barat,” tambah Emil.

Ketiga, tak boleh ketinggalan, generasi penerus harus kompetitif. Karena seorang pemuda Indonesia harus menguasai “hardskill” dan “softskill” sekaligus.

“Tambah pengetahuan, keahlian, skill bahasa, harus ngerti digital,” tegas Emil.

Pemuda, khususnya mahasiswa di dunia kampus, wajib berinovasi. Para pemikir harus membuat terobosan yang dapat mempermudah kegiatan masyarakat sehari- hari.

Meraih target 2045, ada empat tantangannya, ujar Emil. Pertama, dunia semakin kompetitif, maka pemuda Indonesia harus jadi agen kemajuan yang kompeten dan responsif, sekaligus adaptif menghadapi zaman.

Kedua, dunia semakin ekstrim, makin banyak ancaman, dan banyak orang aneh- aneh dengan paham dan golongan yang juga berprinsip tak lazim. Maka Jawa Barat meluncurkan tagline “lahir batin.”

“Jangan sampai ada orang pintar tapi jahat. Cerdas tapi korup, tapi cuek dan seterusnya,” kata Emil.

“Jadi kalau kita hanya membangun fisik, tidaklah cukup karena manusia punya batin. Kita harus menjaga kewarasan dan kesantunan,” tambahnya

Maka kata Emil, pemuda Indonesia harus memiliki fisik yang sehat, otak yang cerdas, dan punya hati yang berakhlak.

Ketiga, lanjut Emil, dunia makin berbahaya, maka generasi bangsa wajib menjaga persatuan. Dalam sejarah hidup, pada saat persatuan tidak bisa dijaga, maka yang terjadi adalah negara pecah dengan ego masing- masing golongan yang tak bisa bersatu.

Keempat, dunia makin terkoneksi, tidak ada yang tidak terkoneksi hari ini. Maka  Jawa Baratpun akan menjadi Provinsi digital di Indonesia, pungkas Gubernur.

 

Share This:

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>