Published On: Kam, Jul 4th, 2019

Pangdam III/Slw : Jadikanlah sungai sebagai beranda depan rumah

Jurnal7.com

Penanganan Sungai Citarum memerlukan satu visi misi yang seirama, untuk itulah Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono kumpulkan para insan media, penggiat dan pemerhati lingkungan Peduli Citarum di Ruang Silihwangi Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Kamis (4/7/2019).

Kegiatan ini dalam rangka silaturahmi sekaligus menyamakan visi dan misi untuk penanganan Sungai Citarum yang terbungkus dalam program Citarum Harum.

Agenda ini dihadiri oleh para insan media, Kepala BBWS, Lingkungan Hidup dan penggiat serta pemerhati lingkungan.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono mengatakan, “ kita melaksanakan kegiatan ini bersama-sama mempunyai satu misi untuk memajukan Jawa Barat. Jadi, kegiatan kemaren saya mengumpulkan semua kiyai-kiyai di Tasikmalaya tujuannya bahwa pemilihan presiden sudah selesai sekarang kita bangun. Masyarakat Jawa Barat ini begitu kita ajak untuk membangun daerahnya semuanya setuju “.

Kenapa kemarin kita jarang berkumpul kata Pangdam, “ karena kita Militer Netral jangankan kumpul-kumpul, untuk foto saja tidak berani karena begitu difoto kemudian di upload kemedsos bisa jadi masalah.

Citarum ini kalau saya pelajari dari awal, berawal dari penggiat lingkungan kenapa sungai ini kotor. Kemudian disusunlah suatu rencana dengan Pentahelik semua komponen masyarakat diikut sertakan untuk mendesain bagaimana Citarum kedepan.

Selanjutnya Pangdam katakan juga bahwa, “ jadikanlah sungai ini menjadi beranda depan rumah kita, artinya ketika kita bangun tidur lihatnya sungai bersih.

Rumah-rumah yang kemaren kita bongkar dijadikan ruang hijau, dan saya mendapat laporan setiap hari sabtu dan minggu digunakan oleh ibu-ibu untuk senam disitu, masyarakat aktif disitu dan ternyata sangat indah “.

“ Masalah hingga sekarang belum terselesaikan itu adalah sampah, saya selalu bilang sama para Dansektor bahwa ini memang dilema, satu sisi kalau sampah ini tidak dimasukkan kedalam incinerator tentu akan ngumpul begitu dibakar pasti ada asap dan karbonnya tetapi apa boleh buat dari pada sampah menumpuk.

Apalagi sampah yang ada mencapai 340 ribu ton perhari, masyarakat tidak punya pilihan dengan membuang sampah kesungai, tapi sekarang sudah tidak lagi, “ terang Pangdam.

“ Untuk penanganan sampah, yang pertama kita merubah mindset masyarakat bahwa sungai itu adalah serambi depan rumah kita dan sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi orang banyak.

Dan tidak mudah maka kita libatkan para akademisi, para media untuk menyampaikan pesan sehingga masyarakat sadar tetapi juga tidak kalah pentingnya harus menyiapkan solusi tempat pembuangan sampah, “ ucap Pangdam.

Share This:

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>