Published On: Sel, Feb 25th, 2020

Komitmen Bank Bjb kembangkan bisnis sektor produktif

Share This
Tags

Jurnal7.com

BANDUNG, — bank bjb sebagai Bank Pembangunan Daerah selalu dan terus berkomitmen dalam upaya pertumbuhan usaha masyarakat. Komitmen tersebut diperlihatkan secaranyata dalam upaya mendorong kemajuan dan perkembangan pelaku usaha mikrokecil menengah (UMKM) di seluruh wilayah Jawa Barat dan juga Banten. Bagi bankbjb, UMKM merupakan penggerak dalam menopang dan menggerakan perekonomian terutama di daerah.

Wujud nyata dukungan penuh terhadap UMKM oleh bank bjb dapat terlihat dari program bjb Pesat alias program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu. Program yang diluncurkan pada 2015 ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensidan kapasitas usaha bagi pelaku usaha. Dengan harapan bukan saja memberikanpermodalan melainkan juga pendampingan agar UMKM semakin maju dan berkembang.

“bank bjb akan mengembangkan bisnis pada sektor produktif yang mendorong perekonomian di masing-masing daerah khususnya di Jawa Barat dan Banten sambil tetap mempertahankan pangsa pasar dari captive market,” kata DirekturUtama bank bjb Yuddy Renaldi belum lama ini.

Adapun Tiga program utama Pesat, pertama, pesat sehat dan produktif (PSP), yang fokus pada pemberian layanan kesehatan berupa konsultasi kesehatan danpelatihan hidup bersih dan sehat. Kedua, pesat kapasitas usaha (PKU) yang memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitasnya dengan pelatihandan perluasan usahanya. Ketiga, adalah pesat wirausaha baru (PWB) yang akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi wirausahawan.

bjb Pesat ini juga sejalandengan program One VillageOne Company (OVOC) yangdigagas oleh Gubernur JawaBarat Ridwan Kamil. OVOC adalah payung program yang bertujuan untuk memandirikan desa dengan optimalisasi potensi sumber daya, baikmanusia dan alamnya, melalui pemanfaatannya oleh BadanUsaha Milik Desa (BUMDes).

OVOC berusaha menggeserpola pikir pembinaan menjadipendampingan desa danpenguatan sinergi multi-stakeholder desa, agar desabergerak menjadi mandiri danmendayagunakan potensi desa untuk kemandirian desanya. Visi OVOC dalam usahapencapaiannya, terdiri dari program Patriot Desa, Pendampingan BUMDes, dan Sekolah CEO.

Namun di sisi lain, bank bjb melihat pula ada tantangan tersendiri bagi UMKM agarmampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan usaha di levelmenengah ke bawah yang berlangsung semakin sengit.

Tantangan dan hambatan bukan hanya datang dari sesama pelaku UMKM, tapi jugapelaku usaha besar, baik dari dalam maupun luar negeri. Seperti diketahui banyak UMKM tersendat di tengah jalan karena kompetensi, pendanaan dan akses pasar.

“Pelaku UMKM harus semakin jeli dan kreatif dalam menyusun strategi bisnis untukmemenangkan persaingan,” kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto.

Bank bjb juga diketahui giat memberikan edukasi dalam bentuk seminar dalamrangka memberikan rekomendasi kepada seluruh UMKM untuk punya strategi danlangkah jitu dalam menangkal tantangan dan hambatan dalam mengembangkan bisnis. Rekomendasi tersebut tentunya dituangkan dalam bentuk kisi-kisi usahayang dapat diaplikasikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

“Strategi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan menjadi faktor penting gunamenentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan usaha,” katanya. (*)

jurnal7.com

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>