Published On: Jum, Apr 12th, 2019

Bjb Syariah terapkan GCG hindari penyelewengan

Jurnal7.com

Tindak korupsi merupakan perkara pidana yang merugikan. Tindakan ini bisa terjadi di institusi mana saja, termasuk dunia perbankan yang menyediakan produk dan layanan jasa keuangan.

Kasus pungli atau korupsi, baik yang dilakukan secara sengaja atau dipicu maladministrasi, harus dicegah demi kepentingan publik.

Kasus semacam ini bisa menimpa berbagai pihak, tak terkecuali perbankan sebagai institusi keuangan yang memiliki banyak nasabah.

Untuk bisa mencegah praktik merugikan tersebut, diperlukan sebuah instrumen khusus. Salah satu instrumen yang bisa jadi andalan untuk dipergunakan adalah prinsip tata kelola yang baik alias Good Corporate Governance (GCG).
bank bjb syariah sebagai BPD syariah pertama di Indonesia telah menerapkan prinsip tersebut sejak lama. Secara sederhana, GCG ialah sistem pengendalian internal lembaga yang bertujuan menjamin keseimbangan sekaligus menghindari kemungkinan terjadinya penyelewengan.
Pada praktiknya, GCG ini dijalankan melalui lima prinsip dasar, yaitu Transparency, Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness (TARIF) yang telah disepakati oleh seluruh dewan komisaris, direksi dan pegawai.
Secara operasional, bank bjb syariah ikut menerapkan prinsip GCG ini dalam menjalankan usaha mereka dalam upaya pencegahan korupsi via kebijakan antikorupsi. Kebijakan antikorupsi ini terdiri dari prosedur dan program dalam mengatasi tindak pengendapan, balas jasa atau suap dan gratifikasi di bank bjb syariah.

Share This:

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>