Jurnal7.com
Dialoegue Akbar ASITA Jabar 2019 menampilkan nara sumber Erwin B Harris- Pakar Hukum, Raymond NG-Pakar Business IT, Tedjo Iskandar – Pakar MICE, Saleh Afzar- Pakar Umroh, Anton Thedy – Pakar Outbond dan Herman Rukmanadi – Pakar Inbound, dilaksanakan di Fox Harris Hotel Bandung, Rabu (20/3/2019).
Ketua ASITA Jabar, Budijanto Ardiansjah mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memberikan sebesar-besarnya manfaat kepada seluruh Anggota ASITA
Anggota ASITA Jabar sangat beragam, ada yang jualan inbound , Outbound, Wisata Religi, serta ada yang jual ticket, semuanya kita rangkul supaya semuanya mendapatkan informasi ter update, ungkap Budijanto yang akrab disapa Pak Budi.Diharapkan melalui dialoegue ini semua anggota ASITA Jabar tetap survive dalam berbisnis , karena informasi-informasi dari nara sumber bisa membuka wawasan dan pencerahan.Bagi travel- travel di Jabar masa sekarang ini merupakan masa “distruction”, karena banyak travel online yang mengambil market konvensional.
Kondisi ini “kita dorong supaya travel konvensional punya satu pemahaman dan satu cara , bagaimana caranya merubah dari konvensional ke digital berbasis IT”, jelas Budi.
Teknologi IT yang terkesan mahal melalui dialoegue, ternyata diketahui lebih murah dan lebih memberikan banyak keuntungan dibandingkan cara-cara konvensional.
Menyoal besarnya kenaikan harga ticket pesawat dan penerapan biaya bagasi, menyebabkan keingan orang untuk melakukan perjalanan jadi menurun, hal ini sangat disayankan pihak ASITA.
Sebenarnya naik harga boleh-boleh saja tapi jangan terlalu drastis , perlu diterapkan batas bawah batas atas , sehingga masyrakat diberikan pilihan.
Seharusnya ketika bookingnya jauh-jauh hari bisa dapat harga murah namun bila booking dalam waktu dekat otomatis harganya mahal, namun selama ini tidak begitu masyarakat dipaksa mengambil harga ekonomi tertinggi , ditambah lagi dengan bagasi berbayar yang kenaikannya sangat drastis, bikin masyrakat kaget.
ASITA berharap, airlines tidak membuat satu kebijakan yang sangat drastis, akibat kebijakan airlines tersebut mengakibatkan penurunan sekitar 20 persen dan pengalihan transportasi dari udara ke darat, pungkas Budi.
Dalam kesempatan Dialoegue tersebut, Ketua DPP ASITA Dr.N.Rusmiati , menegaskan akan segera membenahi internal dari segi keanggotaan baik yang outbond maupun inbound, serta pembenahan website agar semua informasi bisa terintegrasi.
Rusmiati menegaskan travel yang berbasis konvensional tidak akan mati asalkan bisa mengikuti derap tekonologi, karena bagaimanapun kegiatan pariwista memerlukan “sentuhan manusia”, atau Human Touch.
Deetje


Komentar