oleh

Para penyintas covid-19 yang sudah sembuh bisa donorkan plasma konvalesen

Jurnal7.com

Tingginya kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya Jawa Barat, menjadikan terapi plasma convalescent atau plasma konvalesen sebagai metode terapi alternatif bagi pasien Covid yang sedang dirawat di rumah sakit.

Plasma konvalesen tersebut didapat dari pendonor positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh atau donor penyintas.

Namun pendonor harus memenuhi syarat dan protokol yang telah ditetapkan.

Selain itu, tidak semua PMI dapat menjadi tempat untuk donor plasma konvalesen tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bandung Uke Muktimanah.

Menurutnya, PMI Kota Bandung menjadi salah satu PMI yang telah memenuhi sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM. Itu sebagai salah satu syarat untuk memproduksi Plasma konvalesen.

Kini, UDD/ UTD PMI Kota Bandung juga mendapat permintaan dari daerah lain.

“Di Jawa Barat meningkat kasusnya baru sekarang ini, sehingga kekurangan untuk cari donornya (plasma konvalesen),” katanya kepada Humas Kota Bandung, Senin 18 Januari 2020.

“Jadi (terapi plasma konvalesen) itu salah satu alternatif untuk pasien covid-19 yang (bergejala) sedang dan berat, dengan memberikan transfusi plasma konvalesen. Permintaanya cukup meningkat sekarang,” lanjutnya.

Menurut Uke, kebanyakan para pendonor plasma konvalesen juga sudah ada peruntukannya. Seperti didapat dari donor kepada keluarga penyintas tersebut.

“Hari ini saja sudah terseleksi ada 8 sampai 10 untuk donor plasma konvalesen, Kebanyakan sudah dibooking, jadi donor untuk keluarga,” katanya.

“Jadi dari pasien yang keluarganya terkena, donor dari penyintas ini sudah ada peruntukannya,” lanjutnya.

Karena hal tersebut, Uke berharap para penyintas covid-19 yang sudah sembuh bisa mendonorkan plasma konvalesen tersebut ke PMI untuk membantu pasien Covid-19.

“Tidak usah khawatir, atau takut, datanglah ke PMI untuk melakukan donor (plasma konvalesen). Itu bisa membantu bagi pasien yang membutuhkan dengan persyaratan membawa surat pengantar dari Rumah Sakit menyatakan sembuh atau PCRnya negatif. Pelaksanananya juga tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya .

jurnal7.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *